Harga Emas India Hari ini: Emas Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Emas naik di India pada hari Senin, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 12.454,56 Rupee India (INR) per gram, naik dibandingkan INR 12.367,38 pada hari Jumat.

Harga Emas meningkat ke INR 145.266,90 per tola dari INR 144.250,70 per tola pada hari Jumat.

Satuan ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

12.454,56

10 Gram

124.544,70

Tola

145.266,90

Troy Ounce

387.376,30

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan nilai pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatis digunakan dalam pembuatan postingan ini.)

Inflasi Indonesia pada Juli 2026 Sebesar 2,88%, Meleset dari Prakiraan 3,2%

Inflasi Indonesia pada bulan Juli 2026 melandai ke 2,88% Tahun-ke-Tahun dari sebelumnya 3,34% dan lebih rendah dari prakiraan 3,2%. Sementara untuk Bulan-ke-Bulan, tingkat inflasi Indonesia pada bulan yang sama -0,14%, turun dari sebelumnya 0,44% dan prakiraan 0,1%.
Đọc thêm Previous

Harga Emas Bertahan di Atas $4.050 saat Meredanya Kekhawatiran terhadap Inflasi Membatasi Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed; Rebound USD Membatasi Kenaikan

Emas (XAU/USD) berusaha keras untuk memanfaatkan pembukaan gap bullish mingguan yang moderat dan tetap berada di bawah level US$4.100 sepanjang sesi Asia. Dolar AS (USD) melakukan pemulihan moderat dari level terendahnya sejak 17 Juni dan ternyata menjadi faktor utama yang bertindak sebagai hambatan bagi komoditas ini
Đọc thêm Next