Rupiah Indonesia: BI Diprakirakan Memperpanjang Jeda Kebijakan – BBH

Brown Brothers Harriman’s (BBH) Elias Haddad memprakirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75% untuk pertemuan kedua berturut-turut setelah pengetatan sebesar 100 bp sejak Mei. Dengan tekanan pada Rupiah Indonesia (IDR) yang mereda dan inflasi berada dalam target, ia melihat ruang untuk jeda berlanjut saat gubernur baru Destry Damayanti memulai debutnya pada pertemuan kebijakan pekan ini.

Inflasi yang stabil memungkinkan BI tetap menahan suku bunga

"Bank Indonesia (BI) secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga di 5,75% untuk pertemuan kedua berturut-turut (Rabu). BI dapat menahan diri setelah memberikan pengetatan sebesar 100 bp sejak Mei."

"Kemerosotan IDR mereda, dan inflasi tetap berada dalam kisaran target bank 1,5%-3,5%."

"Pertemuan ini akan menandai debut Destry Damayanti sebagai gubernur BI. Sebelumnya, Destry adalah deputi utama dari mantan Gubernur Perry Warjiyo yang secara tak terduga mengundurkan diri bulan lalu karena "alasan pribadi," dua tahun sebelum berakhirnya masa jabatan lima tahun keduanya."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Valas Hari Ini: Dolar AS Melemah ke Posisi Terendah Dua Bulan karena Risiko Timur Tengah Mendorong Minyak dan Emas

Indeks Dolar AS (DXY) memulai pekan ini dengan melemah, dengan Indeks Dolar AS (DXY) tergelincir menuju terendah dua bulan dan bertahan di bawah level 100,00. Rangkaian data AS yang mengecewakan pada bulan Agustus, yakni lapangan pekerjaan, inflasi, dan penjualan ritel, secara bertahap memangkas spekulasi atas langkah Federal Reserve (The Fed) bulan depan.
Baca selengkapnya Next