WTI: Sell-Off Dilanjutkan, Terendah September $36,13 Dalam Risiko

  • WTI memperpanjang penurunan di seputar lockdown virus corona di UE.
  • Meningkatnya pasokan minyak mentah AS meningkatkan kekhawatiran kelebihan pasokan.
  • Data PDB kuartal ketiga AS dan virus mendominasi sentimen pasar.

Menyusul konsolidasi singkat, WTI (kontrak berjangka di NYMEX) melanjutkan kembali sell-off di sesi Eropa, mendekati terendah September $36,13.

Emas hitam memperpanjang penurunan 5% Rabu, sekarang merosot sekitar 3%, diperdagangkan di $36,45. Penembusan terendah September akan mengekspos penjual ke level-level terlemah sejak Juni tahun ini.

WTI terus menghadapi pukulan ganda baik di sisi permintaan maupun pasokan. Lockdown baru yang dipicu oleh virus corona di Jerman dan Perancis membuat rebound ekonomi global dalam risiko sembari membebani minyak, di tengah menyusutnya permintaan minyak dan produk-produknya.

Sementara itu, kekhawatiran kelebihan pasokan di tengah meningkatnya stok minyak mentah AS dan dimulainya kembali produksi minyak Libya terus meredam sentimen di sekitar minyak AS. Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah AS naik 4,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 23 Oktober, kenaikan yang lebih besar dari yang diperkirakan, seperti dilansir Reuters.

Ke depan, sentimen pasar yang lebih luas dan data virus akan terus berdampak signifikan pada minyak dalam denominasi dolar AS, karena pembeli dolar mendapatkan kembali kendali di tengah kembalinya aliran risk-off.

 

USD/INR: Jalur Apresiasi Rupee Yang Lambat Akan Terjadi Dalam Waktu Dekat – ANZ

INR telah diperdagangkan datar month-to-date tetapi ekonom optimis dalam waktu dekat karena neraca eksternal dan aliran portofolio kuat untuk rupee da
Devamını oku Previous

Partai Komunis Tiongkok: PDB 2020 Diperkirakan Akan Melebihi 100 Triliun Yuan

PDB 2020 Tiongkok diperkirakan akan melebihi 100 triliun yuan, kata Partai Komunis (PKT) negara dalam pernyataan resmi menyusul akhir dari Pleno ke-5,
Devamını oku Next